Bersihkan Generasi Bangsa dari Pembajakan Software

Kali pertama saya kuliah di kampus Politeknik Purbaya Kab. Tegal. kami menggunakan sistem operasi berbasis microsoft / windows. Kamipun merasa aman dan nyaman karena tidak pernah tahu apa ini software bajakan atau asli.Yang saya tahu minta uang ke orang tua berangkat kuliah, praktek komputer, mengerjakan tugas dan pulang kerumah. Ngga tau apa itu linux, HAKI apalagi FOSS.

Sampai suatu hari dosen yang mau mengampu tidak masuk jadi kami nggangur di kampus. Sebagian teman-teman saya keluar tapi saya duduk-duduk kampus sambil menunggu jam kuliah berikutnya . Eh malah didatangi salah satu dosen. Terus diajak ngobrol. Pertamanya saya ngga nyambung, masalahnya dia bicara tentang linux. tapi saya pura-pura ngangguk-ngangguk untuk menghormati beliau. Tapi paling saya ingat sampai sekarang adalah saat beliau berkata “kita sebenarnya adalah penjahat, pencuri dan pembajak. Loh memangnya kenapa ? . apa yang telah kita lakukan pa ?. terus ia menjawab kamu tahu komputer di dalam !. Coba lihat didalamnya isinya dari Sistem Operasinya, Software Office, dan Software Grafisnya Semua itu adalah hasil pembajakan. kenapa kita tidak beli aja pa ?. dia pun tersenyum sipu sambil menjawab kampus ini dijual untuk membayar itu mungkin baru lunas 25 %. Terus kita mau kuliah dimana ? di jalan. Terus gimana solusinya dong pa ? . Sebenarnya ada software yang gratis yang kenal dengan sebutan FOSS tapi itu perlu banyak aspek yang mendukung misal dari dosen, buku, modul dan semua aspek pendidikan yang ada.

Mulai saat itulah saya tahu ternyata kami adalah pencuri, pembajak, dan penjahat software. Kadang kata-kata ini selalu menghantui saya. tapi kalau tidak demikian gimana kami bisa mendapatkan software yang semahal itu. terus kalau software tidak ada kami prakteknya gimana, mau bongkar-bongkar hardware sampai lepas semua. Hasilnya malah komputer pada rusak tidak karuan.

Sampai suatu bulan ramai isu sweeping software ilegal. Tapi itu hanya dikenakan kantor dan warnet saja. Kalau perkantoran ini tidak menjadi soal, karena mereka sanggup untuk membeli software yang berlisensi. tapi kalau warnet ini adalah masalah serius. Sebagian terpaksa membeli software yang asli dan sebagian lagi menggunakan sistem operasi FOSS yaitu linux.

Hingga Waktu saya main ke salah satu warnet di daerahku dan ternyata disana baru saja menggunakan sistem operasi linux. Saya coba tanya-tanya ke pemilik warnet tersebut. Dia bilang susah settingnya dan Pendapatan warnetnya turun gratis. Bahkan ada sebagian pengunjung warnet pergi lagi saat tahu kalau disitu memakai sistem operasi linux. Saya pun penasaran ingin mencobanya, seberapa sulitnya itu linux. saat saya lihat desktop wah bagus sih. saya klak-klik sana sini saya bingung. dimana nih caranya melihat isi filenya. terus mana microsoft word. saya coba openoffice ini beda dengan di microsoft word. ternyata linux memang susah pantas orang pada takut. Saat itulah saya kali pertama berkenalan dengan linux. saya langsung membayangkan gimana nih kalau kampus kami menggunakan linux mungkin saya akan stress.

Saat liburan semester saya coba main ke kampus. Di sana terdapat beberapa dosen ada yang sedang duduk didepan komputer. Saya mencoba menghampiri dosen tersebut. Saya tanya kepada beliau “Pa sedang apa ?” ia menjawab “oh.. ini sedang menginstall linux !”, loh …! Kok Ganti linux, kenapa ganti linux terus nanti kuliahnya, Praktek komputernya gimana ?, terus pemrogramannya pakai bahasa apa, terus program visual pakai software apa ?. ia pun menjawab dengan santai kamu tenang aja ? tunggu aja tanggal mainnya. Dalam hati saya pun menggrutu wah bisa kacau ini. mengapa pa kok tiba-tiba ganti linux pa ?. ia menjawab lagi “dengan mempelajari linux ilmunya akan lebih berbobot” . Ya jangan pakai linux semua pa saya juga ingin mempelajari windows pa ?. Beliau menjawab dengan tegas “Kamu mau mempelajari apa di windows”. ya.. udah, Kalau begitu terserah bapaklah.

Pagi itu saya berangkat ke kampus dimana hari ini adalah awal perkulian semester genap berarti saat itu aku semester 4. Saat pertama masuk kami langsung dikumpulkan di suatu ruang dan langsung dikuliahi oleh bapak dosen bagian akademik, perihal perubahan system pendidikan dari kurikulum, jadwal, dosen dan pergantian mata kuliah. Sebenarnya saat itu aku juga agak takut dan bingung. Tapi saya percaya pada dosen saya. dia tentunya lebih tahu apa yang dia rencanakan.

Kuliah pun berjalan seperti biasanya, dengan sebagian dosen baru. Aku mulai sedikit demi sedikit mulai memperlajari dan memahami sistem operasi linux. Akupun mulai tertarik dan penasaran untuk lebih mengenalnya dan kadang saya sempatkan membaca artikel di internet yang berhubungan dengan linux. Semakin lama semakin mengasikan. Ternyata apa yang saya takutkan itu hanya bayanganku saja. Dan alhamdulilah sekarang saya sedikit aktif dalam gerakan FOSS yang dibentuk oleh Politeknik Purbaya Kab. Tegal . Bagi programer juga jangan kawatir karena linux adalah surganya programer. Di foss banyak software untuk pemrograman yaitu : Compiling Bahasa C, C++, Perl, Python, pascal,php java, eclipse, lazarus, anjuta, qmake, qt-designer, gambas dan masih sangat banyak yang lainya.

Wah ternyata linux itu benar-benar sebuah software yang sangat mengntungkan bagi kita orang informatika. dimana dengan linux yang berlisensi FOSS ini kita mendapatkan 4 kebebasan yaitu :

  1. Kebebasan untuk menjalankan programnya untuk keperluan apa saja (Disebut kebebasan 0)
  2. Kebebasan untuk mempelajari bagaimana program itu dapat berjalan kemudian kita dapat mengubah-ubah agar sesuai dengan kebutuhan kita. (Disebut kebebasan 1)
  3. Kebasan untuk menyebarluaskan kembali hasil salinan dari perangkat lunak tersebut sehingga dapat menolong sesama anda (Disebut Kebebasan 2)
  4. Kebebasan untuk meningkatkan kinerja, dan menyebarkannya kembali ke public sehingga semua dapat menikmati keuntungannya (Disebut kebebasan 3)

Dengan kebabasan diatas maka sebagai mahasiswa / Pelajar maupun programer serta masyarakat umumnya sangatlah diuntungkan. Selain gratis yang lebih berbobot adalah dari segi keilmuannya disini kita bisa mempelajari berbagai macam software dengan mudah dan bebas sebebas-bebabasnya. Mulai dari cara kerjanya sistem operasi, Kode Perangkat lunak , Merubah perangkat lunak dan sebagainya. tanpa harus bayar royalti kepada pembuatnya. Jika dibandingkan dengan software yang berbayar.

Solusi Ini sangat cocok bagi negara kira yang sedang dilanda krisis ekonomi yang tidak berkesudahan. Dengan adanya FOSS di Indonesia akan menghasilkan Software yang berlisensi copyleft alias free. Sehingga kita tidak perlu lagi menghabiskan devisa negara untuk mengimpor software dari luar. Jadinya uangnya bisa untuk subsidi rakyat miskin. Memang diakui software produksi FOSS atau linux itu memang susah. tapi hidup rakyat miskin lebih susah dan mereka mau menjalaninya. bicara soal kenyamanan di linux, menurut saya seperti halnya naik kendaraan yang berbeda dimana letak tombolnya yang berbeda tempat jadi tinggal bagaimana kita membiasakan. Karena sebenarnya linux dengan sistem operasi lain tidak jauh berbeda bahkan ada yang lebih handal, dalam hal tertentu.

Hadirnya foss di negeri nusantara tentunya akan menghasilkan software yang Sesuai dengan kebudayaan kita karena dibuat oleh anak negeri. Misal dari segi bahasa akan mudah dimengerti karena menggunakan bahasa lokal. Terus perangkat lunak akan sesuai dengan kebutuhan karena pembuatnya tahu akan kebutuhan dari masyarakat kita sendiri. Yang penting adalah kebutuhan hardware yang menyesuaikan skala ekonomi kita.

Kemudian dengan hadirnya foss di Indonesia akan mengurangi citra sebagai negara pembajak.Dimana Indonesia angka pembajakan software diatas 80%. Dengan ini berarti bahwa negara kita hukum dan perlindungan terhadap HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) Sangat lemah. Ini akan sangat merugikan negara dalam banyak hal. Dengan keadaan seperti negara kita akan dibenci investor asing. Terus bagaimana kita akan melakukan pembangunan kalau tidak ada investor. Untuk itulah mari kita dukung gerakan FOSS di negeri kita.

Dari latar balakang tersebut; Saya ingin semua sekolah , kampus maupun lembaga pendidikan lain yang ada di Indonesia menggunakan FOSS (Free / Open Source Software). Untuk segala keperluan aplikasi komputernya. Agar setidaknya kita menjadi negara yang Mandiri dan kaya perangkat lunak yang legal.

Mari kita bersama Bebaskan negara Indonesia, Gegamkan tangan Majukan FOSS Indonesia ……

Salam PerJuangan

Satu Balasan ke Bersihkan Generasi Bangsa dari Pembajakan Software

  1. sumedi mengatakan:

    saya kira gak apa-apa, mereka bikin produk baru, ada yang membajaknya. untuk indonesia yang masih negara dunia ketiga khan masih dimaklumi kalau membajak. Pelajari windows, karena itu paling murah: bisa beli bajakan. paling mudah: banyak tutorialnya, banyak yang bisa, standar.

    tentu saja pelajari juga opensource. itu kalau mau mandiri dalam TI.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: